DPC PERPADI Indramayu Resmi Dilantik, Dorong Modernisasi Industri Perberasan

Screenshot_20260824-120225

Rakyatvoice | Indramayu

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) Kabupaten Indramayu masa bakti 2023–2028 resmi dilantik. Prosesi pelantikan berlangsung di Birubhi Cafe and Resto pada, Sabtu (22/08/2026).

Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin bersama unsur Forkopimda, sejumlah kepala perangkat daerah terkait, serta Ketua TP PKK Kabupaten Indramayu. Prosesi pelantikan dilakukan oleh Ketua DPD PERPADI Jawa Barat yang diwakili Ketua III Bidang Organisasi DPD PERPADI Jawa Barat, H. Fuad.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin menegaskan bahwa PERPADI memiliki posisi strategis dalam memperkuat sektor perberasan, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.

Menurutnya, sebagai salah satu daerah lumbung pangan, Indramayu tidak boleh hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah.

“Jangan sampai daerah yang menjadi salah satu lumbung pangan hanya menjadi pemasok bahan mentah,” ujar Syaefudin.

Ia menekankan pentingnya pengembangan hilirisasi sektor perberasan agar hasil panen petani dapat diolah secara maksimal di daerah. Dengan demikian, nilai ekonomi yang dihasilkan dapat meningkat dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Pemkab Indramayu, lanjut Syaefudin, siap memperkuat sinergi dengan PERPADI dalam mendorong industri penggilingan padi yang modern, efisien, dan memiliki daya saing. Namun, upaya tersebut tetap harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan petani serta menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua III Bidang Organisasi DPD PERPADI Jawa Barat, H. Fuad, mengajak jajaran PERPADI Indramayu memperkuat kerja sama dengan pemerintah, petani, masyarakat, dan Perum BULOG.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian, memperbaiki pengelolaan pascapanen, sekaligus memastikan hasil produksi petani dapat terserap dengan baik.

Ketua DPC PERPADI Indramayu, Oktavian Gatra Barbehen Sagala, mengatakan bahwa PERPADI tidak hanya menjadi wadah bagi pelaku usaha penggilingan padi dan beras, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga stabilitas dan ketersediaan pasokan pangan.

Gatra juga mendorong percepatan modernisasi teknologi penggilingan padi melalui revitalisasi Rice Milling Unit (RMU). Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kehilangan hasil panen, meningkatkan kualitas produksi, serta memperkuat daya saing beras asal Indramayu.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, DPC PERPADI Indramayu diharapkan mampu semakin optimal menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan sektor perberasan, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah hingga nasional.*** (Red)