Pengurus KKM Cilacap Konsolidasi ke Cilacap Barat, Perkuat Gotong Royong dan Kontribusi untuk Daerah
Rakyatvoice | Cilacap
Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap daerah ditunjukkan Pengurus Kerukunan Keluarga Minang (KKM) Kabupaten Cilacap melalui kegiatan silaturahmi sekaligus konsolidasi organisasi di wilayah Cilacap Barat.
Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Makan Sutan Wijaya, Kecamatan Gandrungmangu, pada Kamis (20/8/2026).
Pertemuan menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarwarga perantauan sekaligus memperkuat komitmen dalam berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Cilacap.
Rombongan KKM Kabupaten Cilacap dipimpin langsung Ketua KKM, Khoyar, bersama jajaran sekretaris dan bendahara. Kedatangan mereka disambut hangat tokoh masyarakat Minang di Gandrungmangu, Mulyadi Tanjung Dt. Bagindo Sulaiman, serta sejumlah tokoh perantau setempat.
Konsolidasi tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat tali silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan untuk menyatukan visi dan memperkuat kepedulian sosial di kalangan masyarakat Minang yang berada di perantauan.
KKM juga menegaskan komitmennya untuk ikut berperan aktif dan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam mendukung kemajuan daerah.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kehadiran masyarakat perantau bukan sekadar tinggal, melainkan untuk menyatu, bekerja sama, dan memberi kemanfaatan sebesar-besarnya bagi bumi Wijayakusuma,” kata Khoyar.
Menguatkan Nilai Kebersamaan
Dalam pertemuan tersebut, nilai-nilai luhur adat Minangkabau kembali ditekankan sebagai landasan dalam membangun kehidupan bermasyarakat di tanah perantauan.
Seperti prinsip “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” menjadi pengingat agar masyarakat Minang senantiasa menghormati adat, budaya, serta kearifan lokal di tempat mereka tinggal. Nilai tersebut sekaligus mendorong terciptanya hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat Cilacap.
Semangat gotong royong juga tercermin dalam filosofi “Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang”, yang mengandung makna pentingnya saling membantu dan menghadapi berbagai persoalan secara bersama-sama.
Selain itu, falsafah “Kaluak paku asam balimbiang, tampuruang dilenggangkan, anak dipangku kamanakan dibimbiang, urang kampuang dipatenggangkan” menjadi pijakan dalam menumbuhkan kepedulian terhadap keluarga, generasi muda, dan lingkungan sosial.
Melalui kegiatan konsolidasi tersebut, KKM Kabupaten Cilacap ingin menunjukkan bahwa keberagaman suku, budaya, dan latar belakang merupakan kekuatan dalam membangun persatuan.Dengan memperkuat silaturahmi, gotong royong, serta sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah daerah, warga Minang di Cilacap diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Kabupaten Cilacap. *** (Red)
